“I am not interested in any political offers. I will never run for any presidential or vice presidential
election; for me Nahdlatul Ulama chairman is the highest position [of all].” KH Said Aqil Siradj
K.H. Said Aqil Siradj atau biasa disapa dengan sebutan Kang Said. Adalah merupakan tokoh cendikiawan Muslim Indonesia yang paling berpengaruh di dunia saat ini. Hal ini seperit yang diungkapkan oleh Royal Islamic Strategic Studies Centre (RISSC) yang menempatkan K.H. Said Aqil Siraj dalam urutan ke 18 dari 500 tokoh Islam berpengaruh dunia.
K.H. Said Aqil juga merupakan Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul 'Ulama (PBNU) periode 2015-2020 dalam Muktamar NU ke 33 di Jombang. Ini merupakan periode ke dua beliau menjabat sebagai Ketua Umum PBNU setelah sebelumnya terpilih di Muktamar ke-32 di Makassar.
Pada periode sebelumnya K.H. Said Aqil didampingi oleh Dr (HC).KH. Mohammad Ahmad Sahal Mahfudz sebagai Rais Aam dan setalah K.H. Sahal meninggal jabatan Rais Amm dilanjutkan oleh K.H. Achmad Mustofa Bisri. Adapun dalam periode jabatannya yang kedua ini K.H. Said Aqil didampingi oleh Rais Aam Syuriah PBNU KH. Maruf Amin.
K.H. Said Aqil Siradj yang lahir di Cirebon pada 3 Juli, 52 tahun lalu, ini mempunyai latar belakang agama dan pendidikan yang kuat. Ia menghabiskan masa pendidikannya dengan belajar agama Islam. Said menamatkan pendidikan S-1 di Universitas King Abdul Aziz jurusan ushuluddin dan dakwah pada 1982. Kemudian, dia melanjutkan studi di Universitas Umm al-Qura jurusan perbandingan agama, dan lulus pada 1987. Pada 1994, ia berhasil meraih gelar doktor di Umm Al-Qura University jurusan akidah.
Sebelum terpilih kembali menjadi Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama, Said Aqil berprofesi sebagai pendidik. Ia sempat menjadi dosen di Institut Pendidikan Tinggi Ilmu Al-Quran (PTIQ); dosen Pascasarjana UIN Syarif Hidayatullah, Jakarta; dosen Pascasarjana ST Ibrahim Maqdum, Tuban; dan hingga saat ini masih tercatat sebagai dosen luar biasa Institut Islam Tribakti Lirboyo, Kediri.
Pada tahun 2014 K.H. Said Aqil Siradj dikukuhkan oleh Universitas Islam Negeri Sunan Ampel, Surabaya, Jawa Timur, sebagai guru besar (professor) dalam bidang Ilmu Tasawuf.
Kini bersama dengan organisasi NU yang dipimpinnya K.H. Said Aqil Siraj tengah mempopulerkan istilah Islam Nusantara di kancah internasional sebagai model ber-Islam yang rahmatan lil 'alamin dan jauh dari nilai-nilai radikalisme.
election; for me Nahdlatul Ulama chairman is the highest position [of all].” KH Said Aqil Siradj
K.H. Said Aqil Siradj atau biasa disapa dengan sebutan Kang Said. Adalah merupakan tokoh cendikiawan Muslim Indonesia yang paling berpengaruh di dunia saat ini. Hal ini seperit yang diungkapkan oleh Royal Islamic Strategic Studies Centre (RISSC) yang menempatkan K.H. Said Aqil Siraj dalam urutan ke 18 dari 500 tokoh Islam berpengaruh dunia.
K.H. Said Aqil juga merupakan Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul 'Ulama (PBNU) periode 2015-2020 dalam Muktamar NU ke 33 di Jombang. Ini merupakan periode ke dua beliau menjabat sebagai Ketua Umum PBNU setelah sebelumnya terpilih di Muktamar ke-32 di Makassar.
Pada periode sebelumnya K.H. Said Aqil didampingi oleh Dr (HC).KH. Mohammad Ahmad Sahal Mahfudz sebagai Rais Aam dan setalah K.H. Sahal meninggal jabatan Rais Amm dilanjutkan oleh K.H. Achmad Mustofa Bisri. Adapun dalam periode jabatannya yang kedua ini K.H. Said Aqil didampingi oleh Rais Aam Syuriah PBNU KH. Maruf Amin.
K.H. Said Aqil Siradj yang lahir di Cirebon pada 3 Juli, 52 tahun lalu, ini mempunyai latar belakang agama dan pendidikan yang kuat. Ia menghabiskan masa pendidikannya dengan belajar agama Islam. Said menamatkan pendidikan S-1 di Universitas King Abdul Aziz jurusan ushuluddin dan dakwah pada 1982. Kemudian, dia melanjutkan studi di Universitas Umm al-Qura jurusan perbandingan agama, dan lulus pada 1987. Pada 1994, ia berhasil meraih gelar doktor di Umm Al-Qura University jurusan akidah.
Sebelum terpilih kembali menjadi Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama, Said Aqil berprofesi sebagai pendidik. Ia sempat menjadi dosen di Institut Pendidikan Tinggi Ilmu Al-Quran (PTIQ); dosen Pascasarjana UIN Syarif Hidayatullah, Jakarta; dosen Pascasarjana ST Ibrahim Maqdum, Tuban; dan hingga saat ini masih tercatat sebagai dosen luar biasa Institut Islam Tribakti Lirboyo, Kediri.
Pada tahun 2014 K.H. Said Aqil Siradj dikukuhkan oleh Universitas Islam Negeri Sunan Ampel, Surabaya, Jawa Timur, sebagai guru besar (professor) dalam bidang Ilmu Tasawuf.
Kini bersama dengan organisasi NU yang dipimpinnya K.H. Said Aqil Siraj tengah mempopulerkan istilah Islam Nusantara di kancah internasional sebagai model ber-Islam yang rahmatan lil 'alamin dan jauh dari nilai-nilai radikalisme.






0 komentar:
Posting Komentar