“Dan Kami perintahkan kepada manusia (berbuat baik) kepada dua orang ibu bapaknya; ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah, dan menyapihnya dalam dua tahun. Bersyukurlah kepada-Ku dan kepada dua orang ibu bapakmu, hanya kepada-Kulah kembalimu.” (QS: Luqman [31]: 14).
Demikianlah perintah Allah kepada kita untuk berbuat baik kepada kedua orang tua kita, terutama ibu yang telah mengandung kita dalam kadaan lemah yang sangat, menyusui hingga menyapih kita ketika kita sudah berusia dua tahun.
Berdasarkan hal tersebut orang tua adalah bagian yang tak terpisahkan dalam kehidupan manusia. Tanpa hadirnya orang tua kita tidak mungkin bisa lahir kedunia. Karenaya kita diperintahkan oleh Tuhan untuk juga bersyukur atau berterimakasih kepada orang tua setelah bersyukur kepada Tuhan.
Bentuk terimakasih kepada orang tua adalah dengan cara berbakti kepada mereka.
Rasulullah saw bersabda: “Jika anak Adam meninggal, maka amalnya terputus kecuali dari tiga perkara, sedekah jariyah, ilmu yang bermanfaat, dan anak shalih yang bedoa kepadanya (ibu bapaknya).” (HR. Muslim).
Dikarenakan anak salih merupakan salah satu aset yang berharga bagi orang tua bahkan ketika orang tua sudah meninggal maka sudah selayaknya kita untuk berusaha menjadi pribadi-pribadi yang salih yang apabila orang lain melihat kita mereka akan memuji orang tua kita karena telah mendidik anak yang salih. Dengan demikian maka akan bertaburanlah doa yang dipanjatkan untuk orang tua kita baik dari kita sebagai anaknya, maupun orang lain yang merasa nyaman karena kehadiran kita di masyarakat.
Adapun bentuk aplikasi berbakti kepada kedua orang tua adalah dengan cara menshalati jenazahnya ketika meninggal, memohonkan ampun untuk mereka, memenuhi janji mereka, dan menyambung hubungan dengan orang yang dicintai seperti kedua orangtuanya, sahabat karibnya, dan kerabat-kerabatnya.
Rasulullah bersabda: “Sesungguhnya cara berbakti kepada orangtua yang paling baik yaitu seseorang menyambung hubungan dengan orang yang dicintai bapaknya setelah meninggal.” (HR. Muslim, At-Tirmidzi, dan Ibnu Majah).
Suatu saat datang seorang laki-laki dari golongan Anshar dan bertanya, “Wahai Rasulullah! Apakah masih ada perbuatan bakti yang harus aku perbuat kepada kedua orangtuaku setelah mereka meninggal?” Kemudian Nabi Shallallahu “alaihi Wassallam menjawab:
“Ya, ada empat perkara: menshalatinya dan memohonkan ampun kepada Allah untuk mereka, melaksanakan janji-janji mereka, memuliakan teman-teman mereka, dan menyambung tali kekeluargaan yang kamu tidak memiliki pertalian kecuali dari adanya pertalian itu, itu perbuatan bakti kepada mereka yang tersisa bagimu untuk kamu lakukan setelah mereka meninggal.” (HR. Ibnu Majah dan Ahmad).
Demikianlah perintah Allah kepada kita untuk berbuat baik kepada kedua orang tua kita, terutama ibu yang telah mengandung kita dalam kadaan lemah yang sangat, menyusui hingga menyapih kita ketika kita sudah berusia dua tahun.
Berdasarkan hal tersebut orang tua adalah bagian yang tak terpisahkan dalam kehidupan manusia. Tanpa hadirnya orang tua kita tidak mungkin bisa lahir kedunia. Karenaya kita diperintahkan oleh Tuhan untuk juga bersyukur atau berterimakasih kepada orang tua setelah bersyukur kepada Tuhan.
Bentuk terimakasih kepada orang tua adalah dengan cara berbakti kepada mereka.
Rasulullah saw bersabda: “Jika anak Adam meninggal, maka amalnya terputus kecuali dari tiga perkara, sedekah jariyah, ilmu yang bermanfaat, dan anak shalih yang bedoa kepadanya (ibu bapaknya).” (HR. Muslim).
Dikarenakan anak salih merupakan salah satu aset yang berharga bagi orang tua bahkan ketika orang tua sudah meninggal maka sudah selayaknya kita untuk berusaha menjadi pribadi-pribadi yang salih yang apabila orang lain melihat kita mereka akan memuji orang tua kita karena telah mendidik anak yang salih. Dengan demikian maka akan bertaburanlah doa yang dipanjatkan untuk orang tua kita baik dari kita sebagai anaknya, maupun orang lain yang merasa nyaman karena kehadiran kita di masyarakat.
Adapun bentuk aplikasi berbakti kepada kedua orang tua adalah dengan cara menshalati jenazahnya ketika meninggal, memohonkan ampun untuk mereka, memenuhi janji mereka, dan menyambung hubungan dengan orang yang dicintai seperti kedua orangtuanya, sahabat karibnya, dan kerabat-kerabatnya.
Rasulullah bersabda: “Sesungguhnya cara berbakti kepada orangtua yang paling baik yaitu seseorang menyambung hubungan dengan orang yang dicintai bapaknya setelah meninggal.” (HR. Muslim, At-Tirmidzi, dan Ibnu Majah).
Suatu saat datang seorang laki-laki dari golongan Anshar dan bertanya, “Wahai Rasulullah! Apakah masih ada perbuatan bakti yang harus aku perbuat kepada kedua orangtuaku setelah mereka meninggal?” Kemudian Nabi Shallallahu “alaihi Wassallam menjawab:
“Ya, ada empat perkara: menshalatinya dan memohonkan ampun kepada Allah untuk mereka, melaksanakan janji-janji mereka, memuliakan teman-teman mereka, dan menyambung tali kekeluargaan yang kamu tidak memiliki pertalian kecuali dari adanya pertalian itu, itu perbuatan bakti kepada mereka yang tersisa bagimu untuk kamu lakukan setelah mereka meninggal.” (HR. Ibnu Majah dan Ahmad).






0 komentar:
Posting Komentar